{"id":244,"date":"2026-05-19T11:49:04","date_gmt":"2026-05-19T11:49:04","guid":{"rendered":"https:\/\/relevansi.id\/?p=244"},"modified":"2026-06-01T16:04:22","modified_gmt":"2026-06-01T16:04:22","slug":"minyak-bumi-emas-hitam-yang-menggerakkan-dunia-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/relevansi.id\/?p=244","title":{"rendered":"Minyak Bumi: Emas Hitam yang Menggerakkan Dunia Modern"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alam telah menyiapkan seluruh hal yang manusia butuhkan dalam menjalani kehidupan di bumi ini. Air, udara, tumbuhan, binatang dan hal-hal lainnya yang bisa digunakan dan dikonsumsi manusia memiliki peran dan manfaatnya masing-masing. Minyak Bumi menjadi sumber mineral yang juga memiliki manfaat yang penting bagi kehidupan umat manusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pembentukan dan Produk Dari Minyak Bumi <\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para ahli geologi umumnya sepakat bahwa proses terbentuknya lapisan minyak bumi memakan waktu jutaan tahun. Batuan yang mengandung minyak bumi tertua diketahui berumur 600 juta tahun dan yang termuda berumur 1 juta tahun. Rata-rata batuan yang mengandung minyak bumi berumur antara 10 juta hingga 270 juta tahun. Oleh karena itu minyak bumi disebut sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui karena prosesnya yang lama.<a href=\"#_ftn1\" id=\"_ftnref1\">[1]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemajuan pesat kehidupan manusia modern saat ini salah satunya adalah karena kehadiran minyak bumi yang menjadi sumber utama. Produk-produk yang kita jumpai setiap harinya yang berasal dari kilang minyak atau produk petrokimia berasal dari minyak bumi. Diantaranya produk jadi kilang minyak dapat dibagi menjadi: produk Bahan Bakar Minyak (BBM) dan produk Bukan Bahan Bakar Minyak (BBBM). Yang termasuk produk BBM ialah: bensin penerbangan, bensin motor, bahan bakar jet, kerosin, solar minyak diesel dan minyak bakar. Sedangkan yang termasuk produk BBBM adalah: <em>Liquefied Petroleum Gases<\/em> (LPG), pelarut, minyak pelumas, gemuk, aspal, malam parafin, hitam karbon (<em>carbon black<\/em>) dan kokas.<a href=\"#_ftn2\" id=\"_ftnref2\">[2]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penggunaan Minyak Bumi Pramodern<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&nbsp;Minyak bumi telah dikenal ribuan tahun yang lalu dengan ditemukannya aspal sebagai bahan perekat pada bangunan-bangunan kuno yang didirikan lebih dari 6.000 tahun yang lalu di tepi Sungai Euphrat, yang sekarang dikenal dengan nama Irak. Penggalian kota-kota kuno seperti Peradaban Kish, Ur, Babilonia dan Niniveh menunjukkan bahwa aspal telah digunakan orang sebagai bahan yang tahan terhadap air untuk bak mandi, kapal dan juga sebagai bahan perekat barang pecah belah dan sebagai cat.<a href=\"#_ftn3\" id=\"_ftnref3\">[3]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Mesir lebih dari 1.000 tahun sebelum Masehi aspal telah digunakan untuk pembuatan mumi dengan jalan melapisi kain pembungkus mayat yang telah dibalsem dengan aspal.<a href=\"#_ftn4\" id=\"_ftnref4\">[4]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peradaban Cina yang berkembang di sungai kuning juga telah mengenal dan menggunakan minyak bumi yang diperoleh pada pengeboran sumur dengan maksud terutama untuk menghasilkan garam. Sekurang-kurangnya 2000 tahun yang lampau minyak dan gas bumi telah digunakan di Cina untuk pemanasan dan penerangan. Gas bumi disalurkan dari sumur-sumur gas dengan pipa-pipa bambu.<a href=\"#_ftn5\" id=\"_ftnref5\">[5]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Komersialisasi Minyak Bumi Era Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penemuan minyak bumi di era modern sejalan dengan lahirnya Revolusi Industri dimulai pada tahun 1815 di daerah Pennsylvania. Namun baru pada tanggal 28 Agustus 1859, Amerika Serikat mulai memproduksi minyak bumi secara komersial dari sumur minyak di Oil Creek di kota Titusville, Pittsburgh, Pennsylvania oleh Kolonel Edwin Laurentine Drake, seorang ahli perminyakan warga negara Amerika Serikat. Kedalaman sumur minyak bumi tersebut mencapai 72 kaki. Titusville dikenal dengan sebutan \u201c<em>Birthplace of the Oil Industry.\u201d&nbsp; <\/em>Lalu pada tahun 1870, sejumlah perusahaan minyak dan gas bumi yang terintegrasi di AS didirikan oleh John D. Rockefeller, seperti <em>Standard Oil of New Jersey<\/em> (sekarang bernama <em>Exxon Mobil Oil Corporation<\/em>), <em>Standard Oil of Ohio<\/em>, <em>Standard Oil Company of California<\/em> (sekarang bernama <em>Chevron<\/em>), dan masih banyak lagi perusahaan lain pada saat itu. Dan inilah yang menjadi tonggak awal dari sejarah minyak bumi modern.<a href=\"#_ftn6\" id=\"_ftnref6\">[6]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Konflik Yang Terjadi Akibat Minyak Bumi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan manfaat yang sangat luar biasa dan kebutuhan yang terus meningkat, menjadikan setiap negara&nbsp; berlomba mencari&nbsp; minyak bumi&nbsp; dengan cara membuat sumur-sumur baru atau mengimpor dari negara produsen. Konflik pun kerap muncul dan tidak bisa dihindari entah itu sesama warga sekitaran sumber minyak bahkan sampai antar negara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perang Teluk I (1980-1988) antara Iran dan Irak terjadi salah satu penyebabnya adalah perebutan Sungai <em>Shatt Al-Arab <\/em>yang menjadi jalur utama ekspor minyak yang memisahkan antara kedua negara tersebut. Sebenarnya konflik ini telah diselesaikan pada tahun 1975 dalam Perjanjian Algier, Akan tetapi perjanjian ini kemudian dicabut secara sepihak oleh Irak karena peristiwa Revolusi Islam di Iran. Akibatnya, negara bertetangga ini terlibat perang selama 8 tahun (1980-1988). Ketika itu, Iran menghancurkan ladang-ladang minyak Irak di Fao, Khor al-Amayah, dan Khor al-Bakr, juga kilang minyak di Basra yang dapat menghasilkan 140.000 barel per hari. Perang berakhir dengan pembagian wilayah penguasaan sungai tersebut antara Iran dan Irak. <a href=\"#_ftn7\" id=\"_ftnref7\">[7]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Embargo minyak pernah dilakukan oleh koalisi negara-negara Arab yang tergabung dalam <em>Organization of Arab Petroleum Exporting Countries<\/em>&nbsp; (OAPEC) kepada Amerika dan beberapa negara sekutu seperti: Kanada, Belanda, Inggris, Jepang, dan Portugal&nbsp; yang mendukung&nbsp; Israel pada Perang Yom Kippur (1973). Embargo minyak&nbsp; tersebut menyebabkan krisis global dan meroketnya harga minyak bumi hingga 300%.&nbsp; Peristiwa embargo minyak ini yang memberikan dampak paling signifikan dalam sejarah modern yang menunjukkan bagaimana sumber daya alam dapat digunakan sebagai alat politik. Dampaknya masih terasa hingga kini, baik dalam kebijakan energi maupun dalam hubungan internasional.<a href=\"#_ftn8\" id=\"_ftnref8\">[8]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perang di kawasan Timur Tengah pun masih saja terjadi hingga saat ini, Perang antara Iran dan Israel diperkeruh dengan serangan Amerika Serikat yang langsung menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali&nbsp;Khamenei. Serangan yang terjadi di akhir bulan Februari 2026 hingga pertengahan Mei 2026 belum terlihat ada tanda-tanda akan berakhir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Situasi ini pastinya mengganggu aktivitas beberapa negara seperti Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Iran sendiri sebagai negara produsen minyak bumi yang mengekspor ke berbagai negara. Sehingga dengan berlangsungnya perang dikawasan tersebut menjadikan ketidakstabilan harga dan ketersedian minyak&nbsp; di beberapa negara terganggu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selat Hormuz menjadi jalur penting di kawasan yang dilalui sekitar 20 persen kebutuhan minyak dunia,&nbsp; maka dengan ditutupnya selat ini akibat dari perang Iran-Israel ditambah dengan Amerika Serikat, akan berdampak kepada negara-negara di Asia yang menjadi tujuan hampir 90% minyak yang di ekspor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cina merupakan importir minyak mentah terbesar di dunia dan membeli lebih dari 80% ekspor minyak Iran. Selain itu, sekitar 30% impor LNG Cina berasal dari Qatar dan Uni Emirat Arab, sementara sekitar 40% impor minyaknya melewati Selat Hormuz. Jepang mengimpor minyak dari Timur Tengah sebanyak 70% dan Korea Selatan sekitar 75%. India juga termasuk negara yang sangat bergantung pada impor minyak dari Kawasan Teluk. Sekitar 40% kebutuhan minyak India berasal dari Timur Tengah, sehingga setiap gangguan distribusi energi di wilayah tersebut dapat langsung mempengaruhi stabilitas pasokan domestik.<a href=\"#_ftn9\" id=\"_ftnref9\">[9]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Negara-negara di ASEAN pun tak luput dari dampak perang ini. Kita telah menyaksikan Presiden&nbsp;Filipina Ferdinand&nbsp;Marcos&nbsp;Jr, yang pertama kali mengumumkan&nbsp;darurat&nbsp;energi&nbsp;nasional&nbsp;pada&nbsp;24&nbsp;Maret&nbsp;2026 karena sebagian besar pasokan minyak berasal dari Timur Tengah, Indonesia yang hanya mengimpor minyak 20% dari kawasan memang belum terlalu berdampak terhadap pasokan energinya, tetapi untuk jangka waktu yang lama jika tidak solusi maka akan menjadi masalah seperti apa yang dihadapi oleh negara lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah adanya kejadian ini tampaknya semua negara akan menghitung ulang bagaimana kebutuhan domestik akan minyak bumi terpenuhi. Apalagi bagi negara yang masih membutuhkan bantuan pasokan impor dari negara produsen. Usaha untuk mencari energi alternatif terus dilakukan oleh berbagai pihak tapi memang masih butuh waktu karena minyak bumi menjadi energi yang masih sangat dominan dalam jangka waktu yang lama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyaknya konflik yang terjadi akibat sumber daya alam seharusnya menjadi renungan seluruh manusia modern yang harus lebih bijak dan adil dalam memanfaatkan seluruh sumber daya yang telah alam sediakan. Keserakahan menjadi kata yang harus dijauhi oleh semua orang tanpa terkecuali sehingga kita bisa hidup damai dan aman, serta semua kebutuhan manusia terpenuhi di dunia ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sukabumi, 17 Mei 2026<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"#_ftnref1\" id=\"_ftn1\">[1]<\/a>\u201cMinyak dan Gas Bumi Terbentuk Jutaan Tahun\u201d, <em>Kementerian ESDM, <\/em>4 Mei 2009,<a href=\"https:\/\/www.esdm.go.id\/id\/media-center\/arsip-berita\/minyak-dan-gas-bumi-terbentuk-jutaan-tahun\">https:\/\/www.esdm.go.id\/id\/media-center\/arsip-berita\/minyak-dan-gas-bumi-terbentuk-jutaan-tahun<\/a> (diakses pada 8 Mei 2026).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"#_ftnref2\" id=\"_ftn2\">[2]<\/a>Kiagus Ahmad Roni, <em>Teknologi Minyak Bumi, <\/em>(Palembang : Rafah Press UIN Raden Fatah, 2020).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"#_ftnref3\" id=\"_ftn3\">[3]<\/a>Kiagus Ahmad Roni, <em>Teknologi Minyak Bumi, <\/em>(Palembang : Rafah Press UIN Raden Fatah, 2020).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"#_ftnref4\" id=\"_ftn4\">[4]<\/a>Kiagus Ahmad Roni, <em>Teknologi Minyak Bumi, <\/em>(Palembang : Rafah Press UIN Raden Fatah, 2020).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"#_ftnref5\" id=\"_ftn5\">[5]<\/a>Kiagus Ahmad Roni, <em>Teknologi Minyak Bumi, <\/em>(Palembang : Rafah Press UIN Raden Fatah, 2020).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"#_ftnref6\" id=\"_ftn6\">[6]<\/a>Juli Panglima Saragih<em>, Sejarah Perminyakan di Indonesia<\/em>, (Jakarta: CV. Aghrino AbadiI, 2010).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"#_ftnref7\" id=\"_ftn7\">[7]<\/a>Ismah Tita Ruslin, \u201c<em>Memetakan Konflik di Timur Tengah (Tinjauan Geografi Politik),\u201d Politik Profetik, Volume 1 <\/em><em>Nomor 1 , 2013, <\/em>hal.17.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"#_ftnref8\" id=\"_ftn8\">[8]<\/a>Afkar Aristoteles Mukhaer, Mahandis Yoanata Thamrin, \u201cKrisis Minyak 1973, Sejarah Dunia Gempar Akibat Perang Arab-Israel,\u201d <em>National Geographic Indonesia<\/em>, 14 November 2023<em>, <\/em><a href=\"https:\/\/nationalgeographic.grid.id\/read\/133943850\/krisis-minyak-1973-sejarah-dunia-gempar-akibat-perang-arab-israel\">Krisis Minyak 1973, Sejarah Dunia Gempar Akibat Perang Arab-Israel | National Geographic<\/a> ( diakses pada 7 mei 2026)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"#_ftnref9\" id=\"_ftn9\">[9]<\/a><a href=\"https:\/\/www.beritasatu.com\/penulis\/lintang-leila\">Lintang Leila<\/a>, \u201cJika Selat Hormuz Ditutup, 4 Negara Asia Ini Paling Kena Dampaknya\u201d, <em>Berita Satu,<\/em>&nbsp;9 Maret 2026<strong>, <\/strong><a href=\"https:\/\/www.beritasatu.com\/internasional\/2974341\/jika-selat-hormuz-ditutup-4-negara-asia-ini-paling-kena-dampaknya\">Jika Selat Hormuz Ditutup, 4 Negara Asia Ini Paling Kena Dampaknya<\/a> ( diakses pada 8 mei 2026)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Alam telah menyiapkan seluruh hal yang manusia butuhkan dalam menjalani kehidupan di bumi ini. Air, udara, tumbuhan, binatang dan hal-hal lainnya yang bisa digunakan dan dikonsumsi manusia memiliki peran dan manfaatnya masing-masing. Minyak Bumi menjadi sumber mineral yang juga memiliki manfaat yang penting bagi kehidupan umat manusia. Pembentukan dan Produk Dari Minyak Bumi &nbsp; Para [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":246,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-container-style":"default","site-container-layout":"default","site-sidebar-layout":"default","disable-article-header":"default","disable-site-header":"default","disable-site-footer":"default","disable-content-area-spacing":"default","footnotes":""},"categories":[12,7],"tags":[],"class_list":["post-244","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-energi","category-lingkungan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Minyak Bumi: Emas Hitam yang Menggerakkan Dunia Modern - Relevansi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/relevansi.id\/?p=244\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Minyak Bumi: Emas Hitam yang Menggerakkan Dunia Modern - Relevansi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Alam telah menyiapkan seluruh hal yang manusia butuhkan dalam menjalani kehidupan di bumi ini. Air, udara, tumbuhan, binatang dan hal-hal lainnya yang bisa digunakan dan dikonsumsi manusia memiliki peran dan manfaatnya masing-masing. Minyak Bumi menjadi sumber mineral yang juga memiliki manfaat yang penting bagi kehidupan umat manusia. Pembentukan dan Produk Dari Minyak Bumi &nbsp; Para [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/relevansi.id\/?p=244\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Relevansi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-19T11:49:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-01T16:04:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/relevansi.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/CvrRlvns-Emas-Hitam.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1218\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"812\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Daudi Fathan\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Daudi Fathan\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/relevansi.id\/?p=244#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/relevansi.id\/?p=244\"},\"author\":{\"name\":\"Daudi Fathan\",\"@id\":\"https:\/\/relevansi.id\/#\/schema\/person\/e0c0ce751ae6eebc8a0f8f403f039193\"},\"headline\":\"Minyak Bumi: Emas Hitam yang Menggerakkan Dunia Modern\",\"datePublished\":\"2026-05-19T11:49:04+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-01T16:04:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/relevansi.id\/?p=244\"},\"wordCount\":1319,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/relevansi.id\/?p=244#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/relevansi.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/CvrRlvns-Emas-Hitam.jpg\",\"articleSection\":[\"Energi\",\"Lingkungan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/relevansi.id\/?p=244#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/relevansi.id\/?p=244\",\"url\":\"https:\/\/relevansi.id\/?p=244\",\"name\":\"Minyak Bumi: Emas Hitam yang Menggerakkan Dunia Modern - Relevansi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/relevansi.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/relevansi.id\/?p=244#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/relevansi.id\/?p=244#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/relevansi.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/CvrRlvns-Emas-Hitam.jpg\",\"datePublished\":\"2026-05-19T11:49:04+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-01T16:04:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/relevansi.id\/#\/schema\/person\/e0c0ce751ae6eebc8a0f8f403f039193\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/relevansi.id\/?p=244#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/relevansi.id\/?p=244\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/relevansi.id\/?p=244#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/relevansi.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/CvrRlvns-Emas-Hitam.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/relevansi.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/CvrRlvns-Emas-Hitam.jpg\",\"width\":1218,\"height\":812},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/relevansi.id\/?p=244#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/relevansi.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Minyak Bumi: Emas Hitam yang Menggerakkan Dunia Modern\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/relevansi.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/relevansi.id\/\",\"name\":\"Relevansi\",\"description\":\"Selalu Relevan \",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/relevansi.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/relevansi.id\/#\/schema\/person\/e0c0ce751ae6eebc8a0f8f403f039193\",\"name\":\"Daudi Fathan\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/relevansi.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/relevansi.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Profile-Daudi-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/relevansi.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Profile-Daudi-96x96.jpg\",\"caption\":\"Daudi Fathan\"},\"description\":\"Direktur Keuangan The Hope Institute\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/daudif21\/\"],\"url\":\"https:\/\/relevansi.id\/?author=4\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Minyak Bumi: Emas Hitam yang Menggerakkan Dunia Modern - Relevansi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/relevansi.id\/?p=244","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Minyak Bumi: Emas Hitam yang Menggerakkan Dunia Modern - Relevansi","og_description":"Alam telah menyiapkan seluruh hal yang manusia butuhkan dalam menjalani kehidupan di bumi ini. Air, udara, tumbuhan, binatang dan hal-hal lainnya yang bisa digunakan dan dikonsumsi manusia memiliki peran dan manfaatnya masing-masing. Minyak Bumi menjadi sumber mineral yang juga memiliki manfaat yang penting bagi kehidupan umat manusia. Pembentukan dan Produk Dari Minyak Bumi &nbsp; Para [&hellip;]","og_url":"https:\/\/relevansi.id\/?p=244","og_site_name":"Relevansi","article_published_time":"2026-05-19T11:49:04+00:00","article_modified_time":"2026-06-01T16:04:22+00:00","og_image":[{"width":1218,"height":812,"url":"https:\/\/relevansi.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/CvrRlvns-Emas-Hitam.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Daudi Fathan","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Daudi Fathan","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/relevansi.id\/?p=244#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/relevansi.id\/?p=244"},"author":{"name":"Daudi Fathan","@id":"https:\/\/relevansi.id\/#\/schema\/person\/e0c0ce751ae6eebc8a0f8f403f039193"},"headline":"Minyak Bumi: Emas Hitam yang Menggerakkan Dunia Modern","datePublished":"2026-05-19T11:49:04+00:00","dateModified":"2026-06-01T16:04:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/relevansi.id\/?p=244"},"wordCount":1319,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/relevansi.id\/?p=244#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/relevansi.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/CvrRlvns-Emas-Hitam.jpg","articleSection":["Energi","Lingkungan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/relevansi.id\/?p=244#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/relevansi.id\/?p=244","url":"https:\/\/relevansi.id\/?p=244","name":"Minyak Bumi: Emas Hitam yang Menggerakkan Dunia Modern - Relevansi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/relevansi.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/relevansi.id\/?p=244#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/relevansi.id\/?p=244#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/relevansi.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/CvrRlvns-Emas-Hitam.jpg","datePublished":"2026-05-19T11:49:04+00:00","dateModified":"2026-06-01T16:04:22+00:00","author":{"@id":"https:\/\/relevansi.id\/#\/schema\/person\/e0c0ce751ae6eebc8a0f8f403f039193"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/relevansi.id\/?p=244#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/relevansi.id\/?p=244"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/relevansi.id\/?p=244#primaryimage","url":"https:\/\/relevansi.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/CvrRlvns-Emas-Hitam.jpg","contentUrl":"https:\/\/relevansi.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/CvrRlvns-Emas-Hitam.jpg","width":1218,"height":812},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/relevansi.id\/?p=244#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/relevansi.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Minyak Bumi: Emas Hitam yang Menggerakkan Dunia Modern"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/relevansi.id\/#website","url":"https:\/\/relevansi.id\/","name":"Relevansi","description":"Selalu Relevan ","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/relevansi.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/relevansi.id\/#\/schema\/person\/e0c0ce751ae6eebc8a0f8f403f039193","name":"Daudi Fathan","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/relevansi.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/relevansi.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Profile-Daudi-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/relevansi.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Profile-Daudi-96x96.jpg","caption":"Daudi Fathan"},"description":"Direktur Keuangan The Hope Institute","sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/daudif21\/"],"url":"https:\/\/relevansi.id\/?author=4"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/relevansi.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/244","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/relevansi.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/relevansi.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/relevansi.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/relevansi.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=244"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/relevansi.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/244\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":247,"href":"https:\/\/relevansi.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/244\/revisions\/247"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/relevansi.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/246"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/relevansi.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=244"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/relevansi.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=244"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/relevansi.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=244"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}